Langsung ke konten utama

Syaraf kejepit

Syaraf kejepit

Yakin Saraf Berfungsi dengan Baik? Cari Tahu Lewat Tes Simpel Ini

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
tes saraf
Halodoc, Jakarta - Mau tahu pentingnya peran saraf dalam tubuh? Saraf, saraf tulang belakang, dan otak merupakan tiga bagian tubuh yang amat kursial. Ketiganya berperan membentuk sistem saraf secara bersama-sama untuk mengontrol semua fungsi tubuh. Mulai dari pertumbuhan dan perkembangan otak, pikiran/emosi, proses belajar dan ingatan, pergerakan, keseimbangan dan koordinasi, hingga suhu tubuh.
Nah, sudah kebayangkan apa jadinya fungsi saraf terganggu? Pastinya fungsi tubuh yang berkaitan dengan hal-hal di atas juga ikut terganggu. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk selalu menjaga kesehatan saraf ini.
Pertanyaannya, seperti apa sih cara untuk mengetahui baik-tidaknya fungsi saraf? Nah, lewat tes saraf di bawah ini, kita bisa mengetahui ada-tidaknya masalah pada saraf tubuh.

1. Tes Keseimbangan

Tes saraf yang satu ini cukup sederhana. Cobalah berjalan lurus sambil berjingkat. Bila dirimu dapat berjalan dengan baik, tanpa kesulitan berarti kondisi saraf baik. Namun, tak demikian bila sudah ada gangguan keseimbangan tubuh.

2. Tes Romberg

Tes saraf ini juga berkaitan dengan keseimbangan tubuh. Caranya, berdirilah dengan kaki rapat dan lengan tegap di sisi badan. Kondisi saraf yang normal bisa mempertahankan posisi ini baik dengan mata terbuka atau tertutup. Mungkin ada kalanya sedikit oleng saja. Namun, kondisi saraf yang abnormal bisa sampai langsung oleng ketika menjajal tes ini.

3. Rentangkan Lengan

Tes saraf yang ini bisa dilakukan dengan cara berdiri tegak dengan lengan direntangkan ke depan telapak tangan ke atas. Kondisi normal bisa mempertahankan posisi ini sedikitnya 30 detik. Namun, abnormal bisa ditandai dengan posisi yang berubah sebelum 30 detik.

4. Lengan Ditegakkan

Sama halnya dengan tes di atas, tetapi lengan diangkat tegak ke atas dengan telapak ke depan. Bagi kamu yang memiliki kondisi saraf normal, bisa mempertahankan posisi ini sedikitnya 30 detik. Kondisi abnormal bisa berubah posisi sebelum 30 detik.

5. Tes Refleks Lutut

Orang yang diperiksa pada tes saraf ini duduk dengan tungkai bebas menggantung dan singsingkan celana. Lalu, siapkan palu pemukul dari bahan lentur (karet) atau gagang gunting.
Kemudian, cari lokasi di bagian bawah antara tulang tempurung lutut dan bagian atas tulang kering, lalu raba uratnya. Pastikan tungkai dalam keadaan relaks dan ketuk bagian urat tersebut. Normalnya tungkai akan mengetul (menendang) setiap kali ketukan dilakukan. Ketulan lutut kiri dan kanan, normalnya sama kuat.

6. Point-to-Point Test

Tesnya dimulai dengan mengangkat jemari tangan di hadapan orang yang diperiksa. Lalu, mintalah yang diperiksa menyentuh jari pemeriksa lalu menyentuh hidungnya sendiri. Lakukan hal ini berulang-ulang beberapa kali.
Kemudian, lakukan dengan mata terpejam. Kondisi saraf yang abnormal biasanya akan terjadi kecanggungan gerakan atau hasilnya tidak akurat.

7. Discrimintation Test

Mintalah orang yang diperiksa memejamkan matanya dalam tes saraf ini. Lalu, pemeriksa menyentuh bagian tubuh yang diperiksa pada kedua sisi sama kuat pada waktu yang bersamaan. Orang yang memiliki kondisi saraf yang normal, akan merasakan sentuhan yang sama kuat pada kedua sisi yang disentuh. Namun, kondisi saraf yang abnormal tak demikian.

Masalah Otot sampai Kedutan

Mau tahu berapa banyaknya jenis penyakit saraf atau neurologis? Menurut ahli di National Institutes of Health - MedlinePlus, ada lebih dari 600 penyakit neurologis yang bisa menyerang manusia. Namun, ada beberapa berapa penyakit saraf yang terbilang umum.
  • Penyakit yang disebabkan kelainan genetik, seperti penyakit Huntington dan distrofi otot.
  • Masalah dengan cara sistem saraf berkembang, seperti spina bifida.
  • Penyakit degeneratif, di mana sel-sel saraf rusak atau mati, seperti penyakit Parkinson dan penyakit Alzheimer.
  • Penyakit pada pembuluh darah yang memasok darah ke otak, seperti stroke.
  • Cedera pada sumsum tulang belakang dan otak.
  • Gangguan kejang, seperti epilepsi.
  • Kanker, seperti tumor otak.
  • Infeksi, seperti meningitis.
Lantas, seperti apa gejala penyakit saraf? Pada dasarnya, gangguan saraf bisa memicu banyak keluhan pada pengidapnya. Seperti:
- Atrofi otot.
- Berbicara jadi cadel.
- Tremor.
- Kekakuan otot.
- Berkeringat terlalu banyak.
- Sakit kepala yang muncul mendadak dan membandel.
- Kehilangan memori.
- Hilangnya keseimbangan.
- Disfagia.
- Kehilangan penglihatan atau penglihatan ganda.
- Kehilangan atau kelemahan pada otot.
- Kebas atau mati rasa.
- Nyeri punggung yang menjalar ke telapak kaki atau bagian tubuh lainnya.
- Kedutan pada mata atau tubuh lainnya yang tidak kunjung membaik.
Nah, bila mengalami gejala-gejala di atas, segeralah temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol kapan dan di mana saja dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk

Komentar

Postingan populer dari blog ini

soal dan pembahasan kimia teori atom

Soal dan bahasan kimia bab teori atom   Pokok teori atom thomson dititikberatkan pada . . . . A. Atom terdiri dari elektron - elektron B. Elektron sebagai penyusun utama atom C. Atom sebagai bola masif yang hanya berisi elektron D. Atom sebagai bola masif bermuatan positif yang di dalamnya tersebar elektron sehingga keseluruhannya bersifat netral E. proton dan elektron adalah bagian penyusun atom yang keduanya saling meniadakan. Pembahasan : Teori atom Thomson Atom terdiri dar inti bermuatan positif dan elektron yang menyebar rata di permuakaan atom. Model atom thomson dikenal juga dengan model atom roti kismis. Jawaban : D Soal                   Teori yang menjadi dasar munculnya teori atom modern adalah . . . . A. spektrum atom hidrogen B. tabung sinar katode C. penghamburan sinar alfa D. adanya sinar saluran E. mekanika gelombang Pembahasan : Dasar munculnya teori atom modern adalah adanya teori mekanika g...

Tentang ct-scan

Tentang ct-scan Estimasi Biaya CT Scan Rumah Sakit Premier Bintaro  CT Scan  Pondok Aren, Tangerang Selatan Biaya mulai dari Rp 3.035.000 Buat Janji Siloam Hospitals Bogor  CT Scan  Bogor Tengah, Bogor Biaya mulai dari Rp 2.140.000 Buat Janji Siloam Hospitals Kebon Jeruk  CT Scan  Kebon Jeruk, Jakarta Biaya mulai dari Rp 1.848.000 Buat Janji Tersedia antrean khusus bagi pasien Alodokter MRCCC Siloam Hospitals Semanggi  CT Scan  Setiabudi, Jakarta Biaya mulai dari Rp 3.130.000 Buat Janji Siloam Hospitals Surabaya  CT Scan  Gubeng, Surabaya Biaya mulai dari Rp 2.000.000 Buat Janji RS Dinda  CT Scan  Cibodas, Tangerang Buat Janji Rumah Sakit Cendana  CT Scan  Kebon Jeruk, Jakarta Biaya mulai dari Rp 975.000 Buat Janji Siloam Hospitals Lippo ...

Galaxy A50s dan A30s spesifikasinya

Sabtu, 24 Agu 2019 06:22 WIB Galaxy A50s & A30s Resmi Dirilis, Ini Spesifikasi Lengkapnya Adi Fida Rahman  - detikInet Foto: Samsung Jakarta  -  Samsung  resmi merilis dua ponsel baru,  Galaxy A50s  dan  A30s . Masing-masing menjadi penerus Galaxy  A50  dan  A30 , berikut ini spesifikasi lengkap beserta fitur barunya. Galaxy A50s Samsung mendesain ulang bagian belakang ponsel ini. Memadukan pola geometris dengan efek holografik. Ponsel ini masih memasang empat kamera, tiga di belakang dan satu di depan. Secara ukuran mengalami peningkatan. Komposisi kamera belakang meliputi kamera utama 48 MP dengan f/2.0. Kamera kedua 5MP depth sensor, ketiga 8 MP ultrawide 123 derajat. Bagian belakang Galaxy A50s. Foto: GSM Arena Sementara kamera depannya meningkat dari 25 MP f/2.0 menjadi 32 MP f/2.0. Selebihnya spesifikasi Galaxy A50s sama seperti pendahulunya. Layarnya Infinity U dengan panel Super AMOLED. Punya bentan...